CERITA
CINTA DI IAIS
Kisah
ini berawal dari Fiki saat pertama kali berada di bangku kuliah. Pada saat itu
ia ingin menempuh kuliahnya di Institut Agama Islam Syarifuddin (IAIS), ia
memperdalam ilmu agama di IAIS. Awal masuk di IAIS, ia mengikuti OSCAR atau
OSPEK di kampusnya. Ia tak mempunyai kenalan sama sekali di kampus. Dia
berusaha untuk mendapatkan teman akrab yang bisa diajak untuk mengobrol. Tidak
lama kemudian ia berkenalan dengan mahasiswa baru (MABA) juga yang lagi
berkumpul ngopi bersama. Nama-nama MABA itu adalah Fuady, Tomy, Zainal, Syamsul
dan Dandi.
Persahabatan
mereka dimulai dengan ngopi bersama. mereka menghadapi OSCAR bersama yang
diwajibkan untuk menginap selama 3 hari. Pada Kegiatan OSCAR ternyata mereka
ber-enam dipisahkan dalam kelompok. Kemudian mereka mencari teman satu kelompok
untuk diajak berkenalan lagi. Saat itu Fiki satu kelompok bersama dengan
teman-teman satu SMA nya dulu. Mereka ialah Somad, Sahrul dan Rudi, sebagiannya
MABA dari SMA lain. Kemudian dalam kelompok Fiki, Ada seorang gadis bernama Selvi.
Ia adalah seorang gadis yang menjadi sorotan laki-laki di kelompoknya. Selvi
adalah gadis yang cantik dan anggun, Mata Fiki tak lepas dari pandangannya. Dia
sangat terpesona melihat keanggunan dan kecantikan Selvi, tapi sayangnya Selvi
memandang ke arah Sahrul, sorotan matanya dan keinginannya adalah mendapatkan
seorang laki-laki seperti Sahrul. Banyak sekali yang menyukai Selvi dalam satu
kelompok. Yang menyukainya yaitu Sahrul, Somad, dan Rudi. Mereka saling
bersaing dalam mendapatkan seorang Selvi yang cantik dan anggun itu. Fiki pun
diam-diam mengikuti persaingan dengan mereka.
Mereka
semua melakukan persaingan dalam mendekati Selvi dengan cara yang berbeda-beda.
Sahrul mendekati dengan cara mengantarkan Selvi pulang kerumahnya, Somad dan Rudi
pun begitu. Akan tetapi Fiki belum sama sekali berkenalan dengan Selvi. Karena
ia tak mempunyai keberanian untuk mendekatinya.
Suatu
hari ia bertemu diwarung depan kampus
IAIS, Selvi bersama dengan Dandi, disaat itu Fiki mengira kalau dia ada
hubungan khusus dengan Dandi. Setelah mengobrol dengan lama ternyata dia memang
mempunyai hubungan khusus dengan Dandi, hubungannya ialah hubungan saudara,
disaat tau seperti itu, hati Fiki sangat lega sekali. Akhirnya, Fiki mulai
mendekati Selvi diwarung, dan mengobrol dengannya.
Setelah
itu Fiki meminta nomor Hp Selvi agar bisa menghubunginya dan melakukan
pendekatan secara mendalam. Pada malam hari, Fiki tak bisa tidur dan ingin
menghubungi Selvi, tapi dia juga tak mempunyai keberanian untuk menghubunginya.
Fiki sangat takut sekali dengan wanita. Tapi ketakutan itu mampu dikalahkan
dengan keinginannya yang besar.
Akhirnya,
Fiki mampu mengetik SMS dan mengirimnya ke Selvi.
SMS
untuk Selvi “ Assalamualaikum,Wr.Wb.”
Tiba-tiba
Selvi menjawab “Waalaikum Salam Wr.Wb.”
Fiki
tak menyangka kalau Selvi membalas SMSnya. Karena Fiki beranggapan kalau Selvi
mungkin pilih-pilih dalam berteman. Dan ternyata anggapan Fiki itu salah.
Fiki
bingung mau bertanya apa kepada Selvi, agar Selvi terus membalas SMSnya. Fiki
berfikir sampai bingung dalam SMSnya.
Fiki
ingat saat itu di warung, Selvi menanyakan tentang tugas kuliah yang telah
diberikan Dosen di kelasnya. Tanpa berfikir panjang Fiki langsung SMS kepada Selvi
dengan menanyakan :
“emmm.
Oh ya, tadi kan ada tugas yang diberikan Dosen, gmana udah selesai tugasnya?”
Selvi
membalas SMS Fiki dengan balasan :
“Belum,
Aq kesulitan, nggak paham komputer”
Fiki
berfikir, inilah kesempatan Fiki untuk mendekati Selvi dengan lebih mendalam
dan bisa bertemu dengnnya secara langsung.
Fiki
memancing Selvi agar meminta bantuan ke Fiki
“Kenapa
nggak minta tolong ke mas Dandinya aja? ”
Jawaban
dari Selvi
“hem
nggak enak, soalnya nggak biasa ma mass Dandi dari dulu”
Fiki
merespon
“terus
gimana?”
Selvi
membalas
“Ya..
ngak gimana-gimana? Kalau, Fiki udah ta, tugasnya?”
Fiki menjawab
“Sudah,
aku sudah selesai, mudah kok”
Kemudian
Selvi membalasnya
“Iya,
mudah bagi yang bisa, yang nggak bisa kayak aku ini gimana ngerjainnya”
Fiki
member masukan
“iya,
belajar pasti bisa, mudah kok ini dipelajari”
Selvi
merespon
“
ya udah kalau gitu, aku minta ajarin Fiki aja”
Tanpa
piker panjang Fiki langsung membalas sms dari Selvi
“Boleh,
Kapan bisa dikerjakan bersama tugasnya ini”
Selvi
membalasnya
“terserah,
aku selalu bisa kok dalam minggu-mingu ini”
Fiki
menjawab
“ya
udah gini aja, Selvi tentukan tempatnya dimana, ntar kalau aku yang nentuin,
malah g bisa Selvinya”
Selvi
membalasnya
“iya
wes, gimana kalau dirumahku aja besok, sambil nganterin aku pulang n ngijinin
aku ke orang tuaku, supaya mereka nggak khawatir ke aku, ssoalnya aku kalau
pulang kemaleman, nggak ijin dulu, takut dimarahi”
Fiki
menjawab
“Iya
udah kalau begitu, ssampai bertemu besok di kampus ya, makasih udah mau SMSan
sama aku, Assalamualaikum Wr.Wb”
Selvi
juga menutupnya dngan ucapan terimakasih
“iya
sama-sama, aku juga terima kasih udah mau di bantu sam Fiki. Fiki orangnya baik
ya… ya udah sampai bertemu besok,
Waalaikum salam Wr.Wb.”
Fiki
sangat senang sekali mendapat pujian dari seorang Selvi yang sangat disukainya.
Keesokan
harinya Fiki berkumpul dengan sahabat – sahabatnya, mereka ngopi bersama di
warung depan kampusnya. Mereka membahas seseorang yang mereka cintai
masing-masing. Dari persahabatan mereka ada persahabatan yang sangat akrab
sekali dengan Fiki, yaitu Fuady dan Tomi. Mereka berdua sering menginap di
rumah Fiki. mereka adalah tiga sahabat yang selalu mengerti satu sama lain.
Tomi dan Fuady sering bercerita tentang cinta dan kisah cinta mereka ke Fiki.
No comments:
Post a Comment