Monday, 22 June 2015

CERITA CINTA DI IAIS

CERITA CINTA DI IAIS

Kisah ini berawal dari Fiki saat pertama kali berada di bangku kuliah. Pada saat itu ia ingin menempuh kuliahnya di Institut Agama Islam Syarifuddin (IAIS), ia memperdalam ilmu agama di IAIS. Awal masuk di IAIS, ia mengikuti OSCAR atau OSPEK di kampusnya. Ia tak mempunyai kenalan sama sekali di kampus. Dia berusaha untuk mendapatkan teman akrab yang bisa diajak untuk mengobrol. Tidak lama kemudian ia berkenalan dengan mahasiswa baru (MABA) juga yang lagi berkumpul ngopi bersama. Nama-nama MABA itu adalah Fuady, Tomy, Zainal, Syamsul dan Dandi.
Persahabatan mereka dimulai dengan ngopi bersama. mereka menghadapi OSCAR bersama yang diwajibkan untuk menginap selama 3 hari. Pada Kegiatan OSCAR ternyata mereka ber-enam dipisahkan dalam kelompok. Kemudian mereka mencari teman satu kelompok untuk diajak berkenalan lagi. Saat itu Fiki satu kelompok bersama dengan teman-teman satu SMA nya dulu. Mereka ialah Somad, Sahrul dan Rudi, sebagiannya MABA dari SMA lain. Kemudian dalam kelompok Fiki, Ada seorang gadis bernama Selvi. Ia adalah seorang gadis yang menjadi sorotan laki-laki di kelompoknya. Selvi adalah gadis yang cantik dan anggun, Mata Fiki tak lepas dari pandangannya. Dia sangat terpesona melihat keanggunan dan kecantikan Selvi, tapi sayangnya Selvi memandang ke arah Sahrul, sorotan matanya dan keinginannya adalah mendapatkan seorang laki-laki seperti Sahrul. Banyak sekali yang menyukai Selvi dalam satu kelompok. Yang menyukainya yaitu Sahrul, Somad, dan Rudi. Mereka saling bersaing dalam mendapatkan seorang Selvi yang cantik dan anggun itu. Fiki pun diam-diam mengikuti persaingan dengan mereka.
Mereka semua melakukan persaingan dalam mendekati Selvi dengan cara yang berbeda-beda. Sahrul mendekati dengan cara mengantarkan Selvi pulang kerumahnya, Somad dan Rudi pun begitu. Akan tetapi Fiki belum sama sekali berkenalan dengan Selvi. Karena ia tak mempunyai keberanian untuk mendekatinya.
Suatu hari ia bertemu diwarung depan kampus  IAIS, Selvi bersama dengan Dandi, disaat itu Fiki mengira kalau dia ada hubungan khusus dengan Dandi. Setelah mengobrol dengan lama ternyata dia memang mempunyai hubungan khusus dengan Dandi, hubungannya ialah hubungan saudara, disaat tau seperti itu, hati Fiki sangat lega sekali. Akhirnya, Fiki mulai mendekati Selvi diwarung, dan mengobrol dengannya.
Setelah itu Fiki meminta nomor Hp Selvi agar bisa menghubunginya dan melakukan pendekatan secara mendalam. Pada malam hari, Fiki tak bisa tidur dan ingin menghubungi Selvi, tapi dia juga tak mempunyai keberanian untuk menghubunginya. Fiki sangat takut sekali dengan wanita. Tapi ketakutan itu mampu dikalahkan dengan keinginannya yang besar.
Akhirnya, Fiki mampu mengetik SMS dan mengirimnya ke Selvi.
SMS untuk Selvi “ Assalamualaikum,Wr.Wb.”
Tiba-tiba Selvi menjawab “Waalaikum Salam Wr.Wb.”
Fiki tak menyangka kalau Selvi membalas SMSnya. Karena Fiki beranggapan kalau Selvi mungkin pilih-pilih dalam berteman. Dan ternyata anggapan Fiki itu salah.
Fiki bingung mau bertanya apa kepada Selvi, agar Selvi terus membalas SMSnya. Fiki berfikir sampai bingung dalam SMSnya.
Fiki ingat saat itu di warung, Selvi menanyakan tentang tugas kuliah yang telah diberikan Dosen di kelasnya. Tanpa berfikir panjang Fiki langsung SMS kepada Selvi dengan menanyakan :
“emmm. Oh ya, tadi kan ada tugas yang diberikan Dosen, gmana udah selesai tugasnya?”
Selvi membalas SMS Fiki dengan balasan :
“Belum, Aq kesulitan, nggak paham komputer”
Fiki berfikir, inilah kesempatan Fiki untuk mendekati Selvi dengan lebih mendalam dan bisa bertemu dengnnya secara langsung.
Fiki memancing Selvi agar meminta bantuan ke Fiki
“Kenapa nggak minta tolong ke mas Dandinya aja? ”
Jawaban dari Selvi
“hem nggak enak, soalnya nggak biasa ma mass Dandi dari dulu”
Fiki merespon
“terus gimana?”
Selvi membalas
“Ya.. ngak gimana-gimana? Kalau, Fiki udah ta, tugasnya?”
Fiki  menjawab
“Sudah, aku sudah selesai, mudah kok”
Kemudian Selvi membalasnya
“Iya, mudah bagi yang bisa, yang nggak bisa kayak aku ini gimana ngerjainnya”
Fiki member masukan
“iya, belajar pasti bisa, mudah kok ini dipelajari”
Selvi merespon
“ ya udah kalau gitu, aku minta ajarin Fiki aja”
Tanpa piker panjang Fiki langsung membalas sms dari Selvi
“Boleh, Kapan bisa dikerjakan bersama tugasnya ini”
Selvi membalasnya
“terserah, aku selalu bisa kok dalam minggu-mingu ini”
Fiki menjawab
“ya udah gini aja, Selvi tentukan tempatnya dimana, ntar kalau aku yang nentuin, malah g bisa Selvinya”
Selvi membalasnya
“iya wes, gimana kalau dirumahku aja besok, sambil nganterin aku pulang n ngijinin aku ke orang tuaku, supaya mereka nggak khawatir ke aku, ssoalnya aku kalau pulang kemaleman, nggak ijin dulu, takut dimarahi”
Fiki menjawab
“Iya udah kalau begitu, ssampai bertemu besok di kampus ya, makasih udah mau SMSan sama aku, Assalamualaikum Wr.Wb”
Selvi juga menutupnya dngan ucapan terimakasih
“iya sama-sama, aku juga terima kasih udah mau di bantu sam Fiki. Fiki orangnya baik ya…  ya udah sampai bertemu besok, Waalaikum salam Wr.Wb.”
Fiki sangat senang sekali mendapat pujian dari seorang Selvi yang sangat disukainya.
Keesokan harinya Fiki berkumpul dengan sahabat – sahabatnya, mereka ngopi bersama di warung depan kampusnya. Mereka membahas seseorang yang mereka cintai masing-masing. Dari persahabatan mereka ada persahabatan yang sangat akrab sekali dengan Fiki, yaitu Fuady dan Tomi. Mereka berdua sering menginap di rumah Fiki. mereka adalah tiga sahabat yang selalu mengerti satu sama lain. Tomi dan Fuady sering bercerita tentang cinta dan kisah cinta mereka ke Fiki. 


No comments:

Post a Comment