Monday, 22 June 2015

NOVEL MENARIK PENUH PERJUANGAN LOVE R TO L

LOVE STORY "R To L"
EPISODE 1

Saat itu diri ini hanya bisa memandangimu dari jauh, tak berani berkata-kata. Kau tersenyum indah saat ku menatapmu dari kejauhan. Ku mencoba memberanikan diri untuk berkenalan denganmu, tapi kau malah memarahiku habis habisan. Akupun terdiam tak bisa berkata atau tak punya jawaban untuk membela dirku.

Aku terus mencoba meminta maaf padamu, kau memaafkanku tapi saat itu kau tak percaya padaku atau mungkin saat itu takkan pernah lagi percaya denganku.  Aku berusaha untuk mendekatimu terus, meskipun kau cuek tapi kau tetap meresponku.  Hingga aku memberanikan diri mengucap sayang padamu, tapi kau tak ada jawaban yang pasti untuk ku dengar.
Aku terus mendekatimu meskipun aku mendapat respon yang sedikit menyakitkan darimu,dalam hatiku, ku berharap bisa dekat dan berada dihatimu untuk menemanimu.
Saat kau mulai bercerita padaku, ternyata kau telah mempunyai seseorang yang kau sayangi. Dalam ceritamu kau selalu memuja dan memujinya dalam perkataanmu, seakan kau telah bahagia dengannya. Saat kau bercerita tentangnya, sebenarnya aku tak kuat mendengar ceritamu. Aku bingung harus memberi solusi atau saran apa yang harus aku katakan padamu, tapi dihati kecilku memerintahkan agar ku berkata bijak dan tidak untuk egois. Karena perasaan itu tak bisa di paksakan. Disitu ku mulai belajar tentang cinta yang tulus dalam hatiku, memang sulit aku untuk menjalaninya tapi aku harus melakukan hal yang menurutku itu benar.
Keadaan memang selalu tak berpihak padaku, tapi ku harus belajar menerima meski sakit yang ku rasakan. Yang penting aku bisa dekat denganmu meski kau tak menganggapku apa apa.

Cinta terdapat bahasa dalam rasa
Menumbuhkan rasa dalam jiwa
Jiwa bergelora
dalam hati untuk berbicara
Saat hati berbicara
dalam bahasa cinta
Bergelora dan menumbuhkan rasa
dalam jiwa
Disanalah suatu jawaban tentang cinta
yang diinginkannya.

Aku yakin dengan kata hatiku, biarlah bahasa cinta yang menjawab semua apa yang ku rasa, aku hanya ingin dekat denganmu meski slalu sakit yang kurasa, dan aku belajar untuk tidak terasa sakit dalam mendengar ceritamu.
Aku akan terus mendengar ceritamu dengannya meski aku harus merasakan sakit. Karena hatiku tak bisa untuk menjauh darimu. Aku hanya percaya pada hatiku sendiri dan aku hanya ingin menuruti kata hatiku untuk selalu mencintaimu meski cinta itu tanpa balas darimu.
 Saat ku lihat kau keluar bersamanya, makan bakso bersamanya. Hati ini terasa tersayat-sayat hancur. Tapi hatiku mencoba tetap tegar dan aku berdoa kepada Ilahi.
“ Ya Allah, kuatkan lah hatiku, jika Kau meridhoi aku dengannya Yaa Rob, Karena hanya dengan ridho-MU lah yang mampu menguatkan hatiku yang seperti tersayat-sayat oleh api cinta seorang gadis yang ku cinta”
Aku hampir tak sanggup untuk berada didekatmu, mataku seakan berat melihatmu bersamanya. Akan tetapi aku tak mampu berbuat apa-apa, aku hanya pasrah dan mendukung kebahagiaanmu bersamanya.
Air mata tanpa terasa menetes begitu saja, tak mampu aku menahan tetesan air mata yang tiba-tiba keluar tanpa izin dahulu. Aku menangis meratapi cintaku yang tak di anggap olehmu. Aku ingin berhenti mencintaimu, tapi entah kenapa disaat aku ingin melepasmu, hatiku menolak dengan penuh, dan tak mampu untuk melupakanmu.
Aku selalu meminta pada Sang Ilahi, agar Dia menguatkan hatiku, menabahkan hatiku dan memberi petunjuk akan cintaku yang sebenarnya.
Setiap kau menghubungiku, kau selalu mengungkapkan namanya dan bercerita tentangnya. Tak mengerti kah jika kau telah menyayat hatiku ini, tak mengertikah kau tentang keadaan hatiku. Kau selalu memperlakukanku seperti aku ini seseorang yang tak mempunyai rasa sakit. Aku ingin melupakanmu, tapi aku tak bisa untuk melakukannya. Entah kenapa kau selalu berada dalam ingatanku, merasuk dalam hatiku agar menolak melupakanmu. Kenapa meski dalam kesakitan hatiku, aku ingin mendengar ceritamu. Aku berdoa kepada Sang Ilahi, Dalam Doaku :
“Ya Allah, Apa yang kau rencanakan sesungguhnya untuk hatiku ini Ya Rob. Mampukah aku bertahan jika terus seperti ini Ya Rob. Aku mohon Ridho-Mu, jika memang ini adalah rencana-Mu untukku.”
Aku selalu berdoa meminta ridho dari sang Ilahi, karena keyakinanku dalam meminta ridho dari Sang Ilahi, hatiku akan semakin kuat meski tak ada perubahan dalam sikapmu padaku. Setidaknya, dalam cintaku, membawaku dalam kekuatan hatiku, meski aku tak bisa mendapatkan respon darimu.
Berganti  waktu dan hari, kau tiba-tiba bercerita padaku dengan meneteskan air mata. Saat kau menangis karena dia, entah kenap aku ikut meneteskan air mata. Aku serasa tak sanggup untuk menahannya, meski kau dibuat tangis olehnya, kau slalu bertahan dengannya, dan aku hanya bisa meratapi tangismu dan  terus mendukung dan memberi pendapat bijak pada hubunganmu dengannya. Karena ku tak mau merusak hubungan seseorang meskipun aku mencintaimu. Memberi pendapat bijak dan mendukung kepada hubungan seorang yang kucintai dengan orang lain. bukan lah hal yang mudah untuk ku lakukan. Aku harus melalui rasa sakit, dan penolakan hawa negatif yang slalu ingin merusa hubunganmu dengannya.
Ku dengarkan ceritamu, cerita suka dan dukamu, tawa dan tangismu. Setidaknya aku bisa berada dan menemanimu sebagai sahabat hatimu. Yang mengetahui saat kau suka dan saat kau duka.

Cinta…membagi suka nan duka
Membagi tangis nan tawa

Diwaktu menduka
Akan datang tawa
Untuk menghibur sang duka

Dan tangis…
Akan hilang
Saat tawa datang

Itu adalah jalan cinta
Bagi seseorang yang dicinta

Kau adalah gadis yang aneh buatku, kau tak mempercaiku tapi kau cerita padaku, Aku menyukaimu tapi kau malah ingin mendengar pendapat dariku. Aku mencari kebahagiaan walaupun sedikit dari dalam dirimu, meski kau tak menganggapku apa, tapi aku bisa berkomunikasi denganmu, itu sudah membuat hatiku terasa lega dan bahagia rasanya.
Sang Ilahi, membuatku merasa bersyukur walau pun hanya sedikit kebahagiaan yang ku rasa. Inikah rencana dari Sang Ilahi untukku. Aku terus menjalaninya meskipun aku harus merasakan sakit dan derita dalam hati. Agar aku kuat dalam rasa sakitku. Aku mengubah paradigm dan tujuan untuk hatiku. Tujauan itu adalah “Sakitilah hatiku ini, hingga aku tak merasakan sakit lagi dalam hatiku”. Gunakan lah aku sesuka hatimu, aku takkan bertindak apa-apa, karena aku percaya pada Sang Ilahi, Dialah yang akan bertindak untukmu. Karena kekuatan itu adalah datang dari-Nya. Dalam Doaku:
“ Ya Rob, Segala puji bagiMu, Kau telah tunjukan rasa nikmat dalam diriku atas cintaku Ya Rob.”
Hari dan waktu terus berganti, kau masih tetap tak memandangku dengan rasamu. Ku mencoba untuk tabah meski berat di hati ku. Aku selalu berharap kau memandangku dengan mata hatimu.

Ku dayuh perahu…
Untuk mengarungi Samudra
Mencari letak mutiara
Dan menyelami lautan…
Untuk mengambilnya…
Dayuh adalah ketulusanku
Perahu adalah kesabaranku
Dalam mengarungi samudra cinta
Untuk mendapatkan sang mutiara cinta
Samudra cintamu sangatlah luas
Hingga ku butuh perahu
Yang sangatlah kuat

Mutiara cintamu
Sangatlah tersembunyi…
Hingga ku butuh dayuh
Tanpa putus asa
Meski penuh tipu daya

 Mungkin kekuatan cintaku padamu yang membuat hati ini tak pernah lepas darimu. Keyakinan hatiku, karena mungkin kau menydiakan tempat dihatimu, walaupun itu sangat sempit. Aku percaya dan berkeyakinan bahwa cintamu ada untukku. Mungkin saat ini masihlah tersembunyi.
Tak mengapa kau tak menganggapku apa. Tak apa meski ku tak seperti ada. Aku terus berjuang tanpa putus asa dalam mendapatkan cintamu.

Disaat kau berada dalam masalah dengannya. Kau selalu bercerita kepadaku, tentang keadaan hatimu yang suka dan yang duka. Kau datang padaku. Dalam sukamu denganya, hati terasa semakin berat untuk menerimanya, akan tetapi aku harus selalu tersenyum dan memberi selamat dalam sukamu. Dalam dukamu, aku terasa bingung dihatiku, haruskah aku senang, memang sedikit ada rasa senang, tapi meski dalam sedikit senangku, aku tak mau teracuni dengan fikiran-fikiran yang ingin memisahkanmu dengannya. Karena jalan cintaku, adalah jalan cinta yang tulus dan sabar. Tulus mencintaimu dan sabar menunggumu.

No comments:

Post a Comment