LOVE STORY "R To L"
EPISODE 1
EPISODE 1
Saat itu diri
ini hanya bisa memandangimu dari jauh, tak berani berkata-kata. Kau tersenyum indah saat ku menatapmu dari kejauhan. Ku mencoba
memberanikan diri untuk berkenalan denganmu, tapi kau malah memarahiku habis habisan. Akupun terdiam tak bisa berkata atau tak punya jawaban untuk membela dirku.
Aku terus
mencoba meminta maaf padamu,
kau memaafkanku tapi saat itu
kau tak percaya padaku atau mungkin saat itu takkan
pernah lagi percaya denganku. Aku berusaha untuk mendekatimu terus, meskipun kau cuek tapi kau
tetap meresponku.
Hingga aku memberanikan diri mengucap sayang padamu,
tapi kau tak ada jawaban yang
pasti untuk ku dengar.
Aku terus
mendekatimu meskipun aku
mendapat respon yang sedikit menyakitkan darimu,dalam
hatiku, ku berharap bisa
dekat dan berada dihatimu untuk menemanimu.
Saat kau mulai
bercerita padaku, ternyata kau telah mempunyai seseorang yang kau sayangi.
Dalam ceritamu kau selalu memuja dan memujinya dalam perkataanmu, seakan kau
telah bahagia dengannya. Saat kau bercerita tentangnya, sebenarnya aku tak kuat
mendengar ceritamu. Aku bingung harus memberi solusi atau saran apa yang harus aku katakan padamu, tapi dihati kecilku memerintahkan agar ku berkata bijak dan tidak
untuk egois. Karena perasaan
itu tak bisa di paksakan.
Disitu ku mulai belajar tentang cinta yang tulus dalam hatiku, memang sulit aku
untuk menjalaninya tapi aku
harus melakukan hal yang menurutku itu benar.
Keadaan memang
selalu tak berpihak padaku, tapi ku harus belajar menerima meski sakit yang ku rasakan. Yang penting aku bisa dekat denganmu meski kau
tak menganggapku apa apa.
Cinta
terdapat bahasa dalam
rasa
Menumbuhkan
rasa dalam jiwa
Jiwa
bergelora
dalam
hati untuk berbicara
Saat
hati berbicara
dalam
bahasa cinta
Bergelora
dan menumbuhkan rasa
dalam
jiwa
Disanalah
suatu jawaban tentang cinta
yang
diinginkannya.
Aku yakin dengan
kata hatiku, biarlah bahasa cinta yang menjawab semua apa yang ku rasa, aku hanya ingin dekat
denganmu meski slalu sakit yang kurasa, dan aku belajar untuk tidak terasa
sakit dalam mendengar ceritamu.
Aku akan terus
mendengar ceritamu dengannya meski aku harus merasakan sakit. Karena hatiku tak
bisa untuk menjauh darimu. Aku hanya percaya pada hatiku sendiri dan aku hanya
ingin menuruti kata hatiku untuk selalu mencintaimu meski cinta itu tanpa balas
darimu.
Saat ku lihat kau keluar bersamanya, makan
bakso bersamanya. Hati ini terasa tersayat-sayat hancur. Tapi hatiku mencoba
tetap tegar dan aku berdoa kepada Ilahi.
“ Ya Allah,
kuatkan lah hatiku, jika Kau meridhoi aku dengannya Yaa Rob, Karena hanya
dengan ridho-MU lah yang mampu menguatkan hatiku yang seperti tersayat-sayat
oleh api cinta seorang gadis yang ku cinta”
Aku hampir tak
sanggup untuk berada didekatmu, mataku seakan berat melihatmu bersamanya. Akan
tetapi aku tak mampu berbuat apa-apa, aku hanya pasrah dan mendukung
kebahagiaanmu bersamanya.
Air mata tanpa
terasa menetes begitu saja, tak mampu aku menahan tetesan air mata yang
tiba-tiba keluar tanpa izin dahulu. Aku menangis meratapi cintaku yang tak di anggap
olehmu. Aku ingin berhenti mencintaimu, tapi entah kenapa disaat aku ingin
melepasmu, hatiku menolak dengan penuh, dan tak mampu untuk melupakanmu.
Aku selalu
meminta pada Sang Ilahi, agar Dia menguatkan hatiku, menabahkan hatiku dan
memberi petunjuk akan cintaku yang sebenarnya.
Setiap kau
menghubungiku, kau selalu mengungkapkan namanya dan bercerita tentangnya. Tak
mengerti kah jika kau telah menyayat hatiku ini, tak mengertikah kau tentang
keadaan hatiku. Kau selalu memperlakukanku seperti aku ini seseorang yang tak
mempunyai rasa sakit. Aku ingin melupakanmu, tapi aku tak bisa untuk
melakukannya. Entah kenapa kau selalu berada dalam ingatanku, merasuk dalam
hatiku agar menolak melupakanmu. Kenapa meski dalam kesakitan hatiku, aku ingin
mendengar ceritamu. Aku berdoa kepada Sang Ilahi, Dalam Doaku :
“Ya Allah, Apa
yang kau rencanakan sesungguhnya untuk hatiku ini Ya Rob. Mampukah aku bertahan
jika terus seperti ini Ya Rob. Aku mohon Ridho-Mu, jika memang ini adalah
rencana-Mu untukku.”
Aku selalu berdoa
meminta ridho dari sang Ilahi, karena keyakinanku dalam meminta ridho dari Sang
Ilahi, hatiku akan semakin kuat meski tak ada perubahan dalam sikapmu padaku.
Setidaknya, dalam cintaku, membawaku dalam kekuatan hatiku, meski aku tak bisa
mendapatkan respon darimu.
Berganti waktu dan hari, kau tiba-tiba bercerita
padaku dengan meneteskan air mata. Saat kau menangis karena dia, entah kenap
aku ikut meneteskan air mata. Aku serasa tak sanggup untuk menahannya, meski kau dibuat tangis
olehnya, kau slalu bertahan dengannya, dan aku hanya bisa meratapi tangismu
dan terus mendukung dan memberi pendapat
bijak pada hubunganmu dengannya. Karena ku tak mau merusak hubungan seseorang
meskipun aku mencintaimu. Memberi
pendapat bijak dan mendukung kepada hubungan seorang yang kucintai dengan orang
lain. bukan lah hal yang mudah untuk ku lakukan. Aku harus melalui rasa sakit,
dan penolakan hawa negatif yang slalu ingin merusa hubunganmu dengannya.
Ku dengarkan
ceritamu, cerita suka dan dukamu, tawa dan tangismu. Setidaknya aku bisa berada
dan menemanimu sebagai sahabat hatimu. Yang mengetahui saat kau suka dan saat
kau duka.
Cinta…membagi
suka nan duka
Membagi
tangis nan tawa
Diwaktu
menduka
Akan
datang tawa
Untuk
menghibur sang duka
Dan
tangis…
Akan
hilang
Saat
tawa datang
Itu
adalah jalan cinta
Bagi
seseorang yang dicinta
Kau adalah gadis
yang aneh buatku, kau tak mempercaiku tapi kau cerita padaku, Aku menyukaimu
tapi kau malah ingin mendengar pendapat dariku. Aku mencari kebahagiaan
walaupun sedikit dari dalam dirimu, meski kau tak menganggapku apa, tapi aku
bisa berkomunikasi denganmu, itu sudah membuat hatiku terasa lega dan bahagia
rasanya.
Sang Ilahi,
membuatku merasa bersyukur walau pun hanya sedikit kebahagiaan yang ku rasa.
Inikah rencana dari Sang Ilahi untukku. Aku terus menjalaninya meskipun aku
harus merasakan sakit dan derita dalam hati. Agar aku kuat dalam rasa sakitku.
Aku mengubah paradigm dan tujuan untuk hatiku. Tujauan itu adalah “Sakitilah
hatiku ini, hingga aku tak merasakan sakit lagi dalam hatiku”. Gunakan lah aku
sesuka hatimu, aku takkan bertindak apa-apa, karena aku percaya pada Sang
Ilahi, Dialah yang akan bertindak untukmu. Karena kekuatan itu adalah datang
dari-Nya. Dalam Doaku:
“ Ya Rob, Segala
puji bagiMu, Kau telah tunjukan rasa nikmat dalam diriku atas cintaku Ya Rob.”
Hari dan waktu
terus berganti, kau masih tetap tak memandangku dengan rasamu. Ku mencoba untuk
tabah meski berat di hati ku. Aku selalu berharap kau memandangku dengan mata
hatimu.
Ku
dayuh perahu…
Untuk
mengarungi Samudra
Mencari
letak mutiara
Dan
menyelami lautan…
Untuk
mengambilnya…
Dayuh
adalah ketulusanku
Perahu
adalah kesabaranku
Dalam
mengarungi samudra cinta
Untuk
mendapatkan sang mutiara cinta
Samudra
cintamu sangatlah luas
Hingga
ku butuh perahu
Yang
sangatlah kuat
Mutiara
cintamu
Sangatlah
tersembunyi…
Hingga
ku butuh dayuh
Tanpa
putus asa
Meski
penuh tipu daya
Mungkin kekuatan cintaku padamu yang membuat
hati ini tak pernah lepas darimu. Keyakinan hatiku, karena mungkin kau
menydiakan tempat dihatimu, walaupun itu sangat sempit. Aku percaya dan
berkeyakinan bahwa cintamu ada untukku. Mungkin saat ini masihlah tersembunyi.
Tak mengapa kau
tak menganggapku apa. Tak apa meski ku tak seperti ada. Aku terus berjuang
tanpa putus asa dalam mendapatkan cintamu.
Disaat kau
berada dalam masalah dengannya. Kau selalu bercerita kepadaku, tentang keadaan
hatimu yang suka dan yang duka. Kau datang padaku. Dalam sukamu denganya, hati
terasa semakin berat untuk menerimanya, akan tetapi aku harus selalu tersenyum
dan memberi selamat dalam sukamu. Dalam dukamu, aku terasa bingung dihatiku,
haruskah aku senang, memang sedikit ada rasa senang, tapi meski dalam sedikit
senangku, aku tak mau teracuni dengan fikiran-fikiran yang ingin memisahkanmu
dengannya. Karena jalan cintaku, adalah jalan cinta yang tulus dan sabar. Tulus
mencintaimu dan sabar menunggumu.
No comments:
Post a Comment